Riuh suara anak-anak  terdengar jelas. Mereka saling meyemangati satu sama lain saat berlatih bersama mengangkat beban belasan hingga puluhan kilogram. Di daerah Parung Panjang tepatnya di Kampung Pabuaran, Desa Jagabita terdapat sebuah klub angkat besi rintisan mantan lifter Nasional Indonesia yaitu Deni.

Klub angkat besi tersebut bernama Batavia Bersatu Maju (BBM). Klub ini sudah berdiri sejak tahun 2021. Pada awalnya, hanya ada 5 orang anak yang mencoba latihan, namun seiring waktu bertambah menjadi 20 orang anak yang konsisten  berlatih.

Klub ini memiliki ruangan tempat berlatih seluas 6 x 12 meter dan mulai ramai dikunjungi anak-anak berlatih pada pukul 15.00 hingga 18.00. Anak–anak yang mengikuti latihan beragam, dari umur 9 tahun hingga 17 tahun. Mereka berlatih tanpa di pungut biaya bahkan beberapa di support perlengkapan seperti sepatu hingga baju latihan.

Deni, mantan lifter nasional sekaligus pendiri klub angkat besi ini bercerita mengenai tujuan mendirikan klub BBM. “Tujuan utama saya adalah menciptakan lifter-lifter berprestasi untuk Indonesia yang lebih baik dari saya,” kata Deni saat ditemui Republika beberapa waktu lalu. Selain itu Deni berharap agar olahraga angkat besi ini juga bisa lebih familiar dan memasyarakat seperti sepak bola atau bulu tangkis.

Deni berharap agar olahraga angkat besi ini juga bisa lebih familiar dan memasyarakat seperti sepak bola atau bulu tangkis.

Karena klub ini masih berjalan secara mandiri, anak-anak dilatih langsung Deni bersama adiknya secara sukarela. Mereka secara bergantian melatih. Adapun pola latihan yang diajarkan pertama-tama fokus kepada teknik. Selain itu juga fokus kemateri - materi yang sering dipertandingkan dan dilombakan, yaitu Snatch serta Clean and Jerk.

Anak-anak di klub angkat besi BBM sudah banyak yang berprestasi, terakhir berhasil mendapatkan medali emas dan perak pada kompetisi PORDA Banten beberapa waktu lalu. Rencananya tahun depan bisa masuk ke level Kejurnas.

Dea (13) yang sudah berlatih di klub BBM sejak satu tahun lalu berharap, dengan berlatih angkat besi secara sungguh-sungguh dan menorehkan prestasi, dirinya dapat membahagiakan orang tuanya. “Awalnya bisa latihan disini di ajak sama temen dan sampe sekarang masih latihan, mau ngebahagiain orang tua dengan berprestasi di angkat besi,” ungkapnya.

Selain itu dia juga menceritakan pengalaman lucunya ketika latihan .“Pernah pas latihan, lagi ngangkat beban celana sobek dan jadi malu sama temen-temen”.  Cidera juga pernah ia alami mulai dari keseleo hingga lecet di tangan akibat menahan beban.

Walau bisa dibilang masih banyak kendala yang dihadapi, namun semangat anak-anak berlatih tak kunjung surut. Prestasi dan kesuksesan Deni menjadi pemacu semangat bagi mereka untuk terus berlatih mengejar prestasi di angkat besi hingga kancah nasional.

Foto dan Teks

Prayogi

 

Editor

Edwin Putranto

 

Desain

Baskoro Adhy

top

Dari Kampung Mengejar Prestasi Melalui Angkat Besi